kecanduan media sosial bisa akibatkan gangguan jiwa

Pada zaman modern sekarang ini, media sosial memang sudah menjadi dan seperti tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Tidak bisa dimungkiri bahwa media sosial memang berperan penting dalam mengedarkan berbagai informasi, sekaligus sebagai media untuk berinteraksi. Membuat anda bisa menjangkau orang yang jaraknya ratusan bahkan ribuan kilometer. Hal ini membuat segala sesuatu terasa lebih mudah, sehingga dapat diraih hanya dari sentuhan jari. Namun di balik manfaat tersebut, tahukah Anda bahwa ternyata penggunaan media sosial juga dapat menimbulkan efek negatif. Salah satu dampak negatif akibat penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko gangguan jiwa.

Gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik maupun mental. Keadaan ini akan menyerang sisi dalam diri (jiwa), sehingga cenderung lebih sulit untuk dideteksi. Jadi terkadang ada orang yang mengalami gangguan jiwa akan terlihat sehat-sehat saja ketika bergaul dalam masyarakat.

Kecanduan Media Sosial Bisa Picu Gangguan Jiwa

Fakta menyebutkan, media sosial adalah salah satu pemicu gangguan jiwa. Adapun beberapa jenis gangguan jiwa akibat penggunaan media sosial secara tidak tepat, yaitu sebagai berikut:

1. Munchausen syndrome

Gangguan jiwa ini adalah gangguan jiwa dimana penderita memiliki kebutuhan mendalam untuk mencari perhatian orang lain. Biasanya, penderita Munchausen syndrome akan menceritakan berita atau informasi palsu mengenai kesehatannya, sehingga orang-orang yang mendengar akan merasa iba dan perhatian padanya. Penderitanya pun akan cenderung memiliki pengetahuan luas tentang berbagai penyakit, agar dirinya dapat menciptakan cerita bohong dengan lebih meyakinkan.

bahaya media sosial untuk kejiwaan

Salah satu perantara yang digunakan penderita Munchausen syndrome untuk melancarkan aksinya adalah melalui media sosial.

2. Internet Asperger Syndrome

Gangguan jiwa ini akan menyebabkan hilangnya aturan sosial dan empati, akibat penggunaan internet yang berlebihan. Gangguan ini akan membuat penderitanya tanpa sadar bertingkah aneh –seperti teriak, marah-marah, tertawa atau sedih– saat membuka internet atau sosial media. Pada saat yang sama, mereka tidak merasa bahwa sikap tersebut akhirnya dapat menganggu orang lain yang berada disekitarnya.

3. Internet Addiction Disorder

Internet addiction disorder merupakan nama lain atau istilah lain dari kecanduan internet. Gejala yang akan dialami oleh penderita adalah terisolasi dari keluarga dan teman, memiliki manajemen waktu yang teratur, dan menghabiskan sebagian besar waktu miliknya untuk membuka internet, media sosial, atau bermain game online.

4. Low Frustration Tolerance

Gangguan jiwa ini menggambarkan seseorang yang tidak suka jika sesuatu yang ia unggah ke sosial media miliknya mendapatkan “komentar pedas” dari orang lain yang melihatnya. Penderita bahkan sampai rela membuat akun sosial media kedua (fake account) hanya untuk memberikan segala dukungan terhadap unggahan akun utama.

5. Online Obsessive – Compulsive Disorder

Seseorang yang punya gangguan jiwa ini akan menuntut orang lain agar sependapat dengan dirinya. Jadi, ketika penderita menemukan kesalahan penulisan kata pada sebuah kolom komentar, maka dirinya akan langsung protes dan berusaha memperbaiki kata-kata tersebut.

Itulah beberapa gangguan jiwa yang bisa terjadi akibat penggunaan media sosial secara tidak tepat. Setelah anda mengetahui hal ini, maka sebaiknya lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial dan internet dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan teknologi yang seharusnya bisa sangat membantu Anda justru menjerumuskan Anda pada masalah kejiwaan.

Gunakanlah media sosial dengan sewajarnya yaitu untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan jangan sampai kelewat bahkan kecanduan. Gunakan media sosial dengan bijak agar bisa bermanfaat bagi diri anda pribadi serta orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here