Penjelasan mengenai penyebab penyakit sinusitis

Sinusitis adalah gangguan kesehatan dimana terjadinya peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinus yang dimaksud disini adalah merupakan rongga kosong yang terletak di tulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan matang (ethmoid).

Salah satu peranan sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairang lengket dan tebal) di hidung. Mukus kemudian turut bekerja untuk mencegah masuknya kuman, allergen penyebab alergi, dan benda-benda asing lainnya yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Pada beberapa kasus, sinusitis bisa menyebabkan komplikasi dengan gangguan kesehatan lain, misalnya saja berupa infeksi tulang. Selain itu, pada kasus lain, infeksi dapat menyebar ke daerah sekitar mata, tulang, darah atau otak. Tetapi, kasus dimana terjadinya penyebaran ke organ lain sangat jarang terjadi, bisa dikatakan 1 dari 10.000.

Gejala Penyakit Sinusitis

Bagi penderita Sinusitis, terdapat beberapa gejalan umum yang sering terjadi. Gejala-gejala ini bisa anda jadikan acuan untuk mendeteksi penderita penyakit sinusitis. Gejala-gejala umum yang akan timbul tersebut adalah berikut ini:

  • Napas berbau
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Rasa sakit atau bisa juga adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung di antara mata
  • Berkurangnya daya pengecap
  • Hidung terus meler dengan warna hijau pekat
  • Demam
  • Berkurangnya daya penciuman
  • Sakit tenggorokan

Penyebab penyakit sinusitis yang harus anda hindari

Gejala-gejala tersebut bisa muncul kapan saja, namun biasanya akan semakin memburuk di malam hari. Jika peradangan yang terjadi tidak terlalu parah, biasanya gejala tersebut akan membaik setelah 7-21 hari. Namun, bila tak juga kunjung membaik, maka Anda harus segera berkonsultasi pada dokter di Klink atau Rumah Sakit terdekat.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Penyebab penyakit sinusitis bisa berasal dari berbagai hal. Beberapa pemicu sinusitis yang umum adalah sebagai berikut.

  • Virus. Virus pilek dan flu dapat memengaruhi kondisi pada saluran hidung dan bisa dikatakan sebagai gejala paling umum. Letak salah satu rongga sinus yang sangat dekat dengan hidung memberikan kemungkinan pada virus untuk berpindah. Tidak seperti flu, sinusitis biasanya akan berlangsung lebih lama dari pilek dan flu.
  • Rhinitis alergi. Terkadang rhinitis dapat terjadi bersamaan dengan sinusitis. Itulah sebabnya mengapa keduanya sering tertukar.
  • Polip hidung. Polip merupakan daging kecil yang tumbuh pada hidung, Salah satu penyebabnya adalah mukus yang sangat tebal hingga membetuk daging.
  • Fibrosis sistik. Gejala ini Terjadi akibat menebalnya mukus di berbagai bagain tubuh –sperti rongga hidung dan paru-paru. Akibatnya proses pernapasan menjadi terganggu.
  • Gangguan sistem imunitas tubuh. Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang sangat rendah –seperi penderita HIV/AIDS, biasanya juga akan rentan terhadap sinusitis.
  • Infeksi gigi. Penyebabnya bisa karena bakteri yang bersarang di mulut, gigi, dan gusi dapat menyebar hingga ke rongga sinus. Itulah sebabnya infeksi gigi harus segera diatasi ketika anda mengalaminya.
  • Kelainan bawaan. Sinusitis juga bisa disebabkan karena adanya kelainan pada bentuk tulang di rongga hidung yang terjadi sejak lahir. Biasanya kelainan ini berupa bentuk yang bengkok atau tidak lurus.

Setelah anda mengetahui gejala penyakit sinusitis, maka anda diharapkan sudah dapat mengetahui jika orang-orang disekitar menderita penyakit ini. Sebagai tindak lanjut, anda harus segera memeriksakan korban ke klinik atau rumah sakit terdekat. Selain itu, anda juga bisa menginformasikan penyebab dari penyakit ini agar bisa dihindari oleh orang-orang di sekitar anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here