Apa saja penyebab Hipertensi yang harus dihindari

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup dominan di negara negara maju. di Indonesia, ancaman penyakit hipertensi semakin meningkat, namun sayangnya dari jumlah total penderita hipertensi baru sekitar 50% yang terdeteksi. Dan diantaranya hanya setengahnya yang berobat secara teratur.

Hipertensi adalah nama lain dari penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah merupakan istilah dari kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG yang diperoleh merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, yaitu ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu anda ketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Walaupun demikian hipertensi masih kurang mendapat perhatian yang memadai .Banyak penderitanya tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut ,karena penyakit ini baru menunjukkan gejala setelah tingkat lanjut.

Menurut organisasi kesehatan dunia yaitu WHO, hipertensi dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Normotensi  : < 140/90mmHg
  2. Hipertensi.   : >140/90mmHg dan <160/90mmHg
  3. Hipertensi berat : > 160/95 mmHg

Faktor-Faktor Pemicu Hipertensi

Pada pembahasan mengenai sebuah penyakit, maka hal yang tidak kalah penting adalah faktor apa saja yang menjadi pemicu penyakit tersebut. Pada kasus hipertensi, beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya gangguan kesehatan ini antara lain.

  • Kegemukan
  • Kurang olahraga
  • Konsumsi garam berlebihan
  • Merokok dan konsumsi alkohol
  • Stress

Ternyata ini penyebab Hipertensi yang paling marak

Gejala-Gejala Hipertensi

Seseorang yang menderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, tekanan darah tinggi yang sudah parah mungkin menyebabkan gejala berikut:

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Selain gejala-gejala diatas, mungkin masih ada gejala lain yang bisa saja anda alami. Oleh karena itu, konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lengkap jika anda mengalami gejala diatas.

Bagaimana Mencegah Hipertensi?

Pada intinya ,cara terbaik untuk menghindari hipertensi adalah dengan mengadopsi pola hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet (rendah garam,rendah kolesterol dan lemak jenuh) serta mengupayakan perubahan kondisi (menghindari stress dan mengobati penyakit).

Mengatur pola makan sangatlah penting dalam usaha mengontrol tekanan darah. Gunakan garam dapur beryodium. Konsumsi makanan segar dan kurangi konsumsi makanan yang diawetkan.

Sebagaimana dikutip dari American Heart Association (Sodium dan Blood Pressure,1996), Berikut senyawa-senyawa yang lazim ditambahkan pada makanan

  • Garam (Natrium klorida)
  • Monosodium glutamat (MSG)
  • Soda kue (natrium bikarbonat)
  • Baking powder
  • Dinatrium fosfat
  • Natrium alginat
  • Natrium benzoat
  • Natrium hidroksida
  • Natrium nitrat
  • Natrium propionat
  • Natrium sulfit

Untuk mengurangi asupan natrium pada makanan, perlu dipahami informasi tentang natrium pada label makanan. Istilah -istilah yg sering digunakan yang berkaitan dengan natrium dalam kemasan makanan anrara lain. (Sheps,2002)

  • Sodium -free atau salt free artinya bebas garam.Setiap porsi mengandung natrium < 5mg.
  • Very low sodium berarti kadar natriumnya sangat rendah .Setiap porsi menganfung < 35mg garam.
  • Low sodium berarti kadar  natrium rendah .Setiap porsi mengandung 140 mg natrium atau kurang.
  • Reduced or less sodium berarti natrium kurang .Mengandung natrium setidaknya 25% lebih sedikit ketimbang produk normalnya.
  • Lite or light in sodium.Umumnya mengandung sedikit natrium.Kandungan natrium dikurangi 50% dari versi biasa.
  • Unsalted atau no salted added.Tanpa garam.Namun ada jyga makanan yang menggunakan label ini tetapi kandungan natrium tetap tinggi. (IP.SUIRAKO,2012)

Setelah mengetahui beberapa senyawa dan istilah- istilah yang sering digunakan dalam kemasan anda bisa memilih makanan yang cocok dan sehat buat tubuh.Jadilah konsumen yang cerdas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here