Apa saja gejala usus buntu?

Usus buntu adalah istilah yang tidak asing lagi di tengah masyarakat. Kebanyakan orang menganggap bahwa usus buntu merupakan sebuah penyakit yang harus segera diobati. Padahal tidak demikian, Lalu apakah usus buntu itu dan bagaimana gejalanya?

Usus buntu atau dalam bahasa Latin disebut dengan appendix vermiformis adalah sebuah organ berbentuk seperti usus namun lebih kecil dan ujungnya buntu. Ini termasuk organ imunologik yang secara aktif berperan dalam proses sekresi immunoglobulin. Sekresi immunoglobulin itu sendiri adalah sebuah sistem kekebalan tubuh yang di dalamnya terdapat kelenjar limfoid.

Selain pada manusia, usus buntu juga ditemukan pada hewan, seperti mamalia, burung, dan reptil. Meskipun pada awalnya usus buntu dianggap sebagai organ yang tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh, tapi seiring dengan perkembangan teknologi medis fungsi usus buntu pun mulai diketahui oleh banyak orang.

Jika appendix vermiformis adalah sebuah organ yang memiliki fungsi dan tugasnya di dalam tubuh, maka penyakit usus buntu adalah sebuah kondisi ketika terjadi peradangan atau gangguan pada appendix atau disebut juga dengan appendicitis. Radang usus buntu atau appendicitis jika dibiarkan maka akan rawan pecah dan infeksi bisa menyebar. Untuk itulah harus dilakukan operasi medis untuk membuang usus buntu yang meradang tersebut sebelum pecah dan menimbulkan komplikasi.

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Secara umum, usus buntu disebabkan oleh adanya penyumbatan. Penyumbatan akan membuat isi dari usus buntu tidak dapat tersalurkan akibatnya menumpuk, tekanan meingkat, pertumbuhan bakteri yang berlebihan, lalu timbullah peradangan.

Penyumbatan sering kali disebabkan oleh feses yang keras (fecalith). Selain oleh tinja, penyumbatan juga dapat disebabkan oleh biji-bijian, batu empedu, dan cacing usus Oxyuris vermicularis. Selain itu, radang usus buntu juga bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri Salmonella dan Shigella serta terjadi penyumbatan oleh benda-benda lain.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Usus buntu adalah penyakit yang tidak hanya menyerang usia dewasa saja tapi penyakit ini bisa terjadi pada segala usia. Meskipun data statistik menunjukan bahwa penyakit ini rentan menyerang anak-anak dan remaja antara 10 – 19 tahun. Secara umum, penyakit usus buntu ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Sakit perut

Ini adalah gejala yang sering terjadi pada penderita usus buntu. Sayangnya sakit perut ini bukan hanya gejala penyakit usus buntu saja tapi ada banyak kemungkinan jenis penyakit yang ditandai dengan rasa sakit pada perut, misalnya infeksi saluran kemih (ISK), radang panggul (infeksi organ reproduksi wanita), iritasi usus, dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Namun, ada sejumlah tanda keberadaan usus buntu, diantaranya adalah bahwa sakit perut tersebut dimulai dari bagian perut tengah atau sekitar pusar. Rasa sakit itu akan timbul dan hilang secara tidak menentu. Kemudian rasa sakit tersebut dalam waktu hitungan jam akan bergerak ke arah perut bagian kanan bawah dan berhenti pada sebuah titik yang disebut dengan titik McBurney, yaitu tempat dimana usus buntu itu berada.

Sakit perut sebagai gejala usus buntu

Pada titik mcBurney inilah sakit perut akan terasa konstan dan jika disentuh sakitnya akan semakin terasa. Rasa sakit akan semakin parah jika penderita telah batuk, berjalan, mengambil nafas panjang, dan aktivitas lain yang membuat tekanan pada perut.

2. Mual

Gejala usus buntu yang kedua adalah perut akan terasa mual. Meskipun tidak semua rasa mual adalah gejala usus buntu, tapi jika mual tersebut terjadi secara hebat, bahkan menimbulkan rasa ingin muntah yang kuat, maka hal itu perlu diwaspadai.

3. Badan terasa meriang

Meriang juga bukan satu-satunya tanda usus buntu, tapi ada banyak penyakit yang ditandai oleh meriang ini. Tapi jika meriang tersebut disertai dengan tanda-tanda usus buntu lainnya, maka hal itu harus segera dikonsultasikan kepada dokter. Selain meriang atau demam, biasanya wajah penderita usus buntu akan memerah sebagai akibat efek rasa sakit yang dideritanya.

4. Diare dan sembelit

Antara diare dengan sembelit adalah dua hal yang berbeda. Tapi keduanya adalah salah satu gejala terjadinya usus buntu pada seseorang. Hal itu disebabkan tidak lancarnya sistem pencernaan yang ada di dalam tubuh.

5. Selera makan menurun

Kondisi ini pun tidak jauh berbeda. Menurunnya selera makan disebabkan oleh tidak lancarnya sistem pencernaan di dalam tubuh.

6. Terjadi rebound tenderness

Yang dimaksud dengan rebound tenderness adalah rasa nyeri pada perut kanan bawah yang begitu hebat.

Itulah gejala usus buntu secara umum atau yang biasa terjadi pada orang dewasa. Namun, menurut Journal of American Medical Association menyatakan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul pada semua penderita usus buntu, khususnya pada anak-anak. Oleh karena itu, jika anda mengalami gejala-gejala diatas, maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here