Ternyata terlalu lama galau bisa merusak kesehatan

Galau merupakan kondisi dimana hati tidak merasa tenang dan akan membawa akibat yang buruk bagi kesehatan. Anda mungkin sering mendengar semboyan yang berkata “dalam jika yang sehat, terdapat tubuh yang kuat”. Fakta menariknya adalah bahwa motto ini telah disetujui oleh dunia medis dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Yang tidak kalah penting untuk anda ketahui adalah, ternyata kondisi galau dapat merusak kesehatan. Kondisi galau yang dialami seseorang dan berlangsung lama dapat memicu terjadinya penyakit yang berat. Tentu saja hal ini sangat menghawatirkan, apalagi generasi milenial saat ini sudah identik dengan kondisi galau.

Benarkah Galau Bisa Merusak Kesehatan?

Pada sejumlah penelitian yang dilakukan, kondisi galau dan stres sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Tidak hanya itu, galau dapat menyebabkan asma, obesitas, diabetes, nyeri kepala kronis, depresi, masalah pencernaan, Alzheimer, dan percepatan penuaan.

Mengapa galau bisa memicu timbulnya penyakit-penyakit berat tersebut? Karena ketika Anda sedang galau, tubuh akan terpicu untuk mengalami sejumlah perubahan akibat kondisi stres yang dialami. Salah satunya adalah pengeluaran hormon stres kortisol yang memengaruhi berbagai organ tubuh.

1. Penyakit jantung

Orang yang mudah galau akan rawan mengalami peningkatan tekanan darah serta penyakit jantung. Penyebab hal ini diduga karena kondisi stres dapat meningkatkan detak jantung dan aliran darah, serta melepaskan kolesterol dan trigliserida ke darah. Stres yang dialami juga secara tidak langsung menyebabkan seseorang lebih rentan merokok dan obesitas, yang juga menjulangkan risiko penyakit jantung.

Bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung, stres dan kegalauan dapat memicu timbulnya serangan jantung. Untuk itu, jika Anda telah mengidap penyakit jantung kronis, maka sebaiknya mengatur emosi dan mengelola stres akut sebaik-baiknya.

2. Depresi

Bila kondisi galau ini berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang lama, bahkan memburuk hingga menjadi depresi, hal ini akan lebih berbahaya. Pasien yang depresi diteliti memiliki peningkatan aktivitas sel darah trombosit dan penanda radang di darahnya (yang disebut dengan C-reactive protein, atau CRP). Kedua hal ini yang menjadi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Galau memicu depresi yang akan merusak kesehatan

Selain itu, depresi juga disebutkan dapat menaikkan risiko kematian hingga 17%, hanya dalam 6 bulan setelah penderitanya mengalami serangan jantung pertama.

3. Obesitas dan diabetes

Kegalauan menyebabkan seseorang memiliki gaya hidup tidak sehat. Selain merokok, masih banyak gaya hidup yang tidak sehat seperti malas berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak (seperti junk food), dan tinggi kadar gula. Bila terus berkepanjangan, maka kondisi obesitas dapat terjadi.

Obesitas dan gangguan profil lemak dalam darah juga akan berisiko memicu gangguan sensitivitas hormon insulin. Gangguan sensitivitas pada hormon insulin yang menjadi awal mula terjadinya diabetes mellitus tipe 2.

4. Nyeri kepala kronis

Tension type-headache (TTH) merupakan rasa nyeri pada kepala yang erat kaitannya dengan masalah psikologis seperti galau. Biasanya TTH ditandai gejala berupa ketegangan di area pundak. Jenis sakit kepala sebelah, atau migrain, juga bisa disebabkan oleh kegalauan hati yang berat. Bila galau anda tak segera teratasi, nyeri kepala dapat terus berulang dan menjadi kronis.

5. Gangguan pencernaan

Kondisi galau sebenarnya tidak akan menyebabkan timbulnya luka secara mendadak pada lambung Anda. Namun, galau ternyata dapat memperberat gejala karena meningkatkan produksi asam lambung. Ketahui juga bahwa galau merupakan faktor yang berkontribusi dalam munculnya rasa terbakar di dada pada gastroesophageal reflux disease (GERD) serta gangguan buang air besar pada irritable bowel syndrome (IBS).

Itulah fakta mentarik bahwa ternyata galau bisa merusak kesehatan, yang artinya harus anda hindari. Manajemen emosi yang benar disertai penanganan galau yang tepat sangat dibutuhkan. Bertukar pikiran dan membicarakan masalah yang menjadi pemicu galau mungkin dapat membantu Anda. Sebagian orang juga merasa lebih tenang dengan melakukan olahraga, misalnya yoga. Selain itu lakukan aktifitas seperti relaksasi, pemijatan, dan pengalihan sementara juga bisa Anda andalkan. Bila galau Anda hilang, maka risiko untuk mengalami penyakit-penyakit yang telah dijelaskan di atas juga akan berkurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here