Daftar penyakit kulit menular di Indonesia

Sudah diketahui bersama bahwa penyakit memiliki dua jenis jika ditinjau dari sisi penyebarannya. Ada penyakit yang bersifat menular, entah itu melalui udara, cairan, atau media lain. Dan ada juga penyakit yang tidak menular sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh orang sekitar. Pada penyakit kulit juga demikian, penyakit kulit menular dan ada juga penyakit kulit yang tidak menular.

Pada negara tropis seperti Indonesia, ada beberapa jenis penyakit kulit menular yang sering terjadi dan melanda masyarakat. Penyakit kulit menular ini bisa disebarkan melalui udara, kontak langsung kulit dengan kulit, atau juga benda yang habis digunakan orang yang terinfeksi. Apa saja penyakit kulit menular yang umum terjadi di Indonesia?.

Penyakit Kulit Menular di Indonesia

Bagi masyarakat dunia, tidak terkecuali di Indonesia, keberadaan penyakit kulit yang menular tentu akan menimbulkan rasa was-was. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyakit kulit menular apa saja yang sering menimpa masyarakat Indonesia.

1. Herpes

Herpes adalah penyakit infeksi yang sering ditularkan melalui hubungan seks. Infeksi ini disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1) atau virus herpes simplex tipe 2 (HSV-2). Gejala herpes biasanya ditandai dengan lecet di sekitar mulut, alat kelamin, atau rektum (dubur).

Infeksi herpes di kulit wajah atau mulut dikenal sebagai herpes oral atau luka dingin. Sedangkan infeksi yang terjadi di sekitar alat kelamin atau rektum dikenal sebagai herpes genital.

2. Cacar air

Cacar air adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus. Meskipun kejadian cacar air menurun dari waktu ke waktu karena perkembangan vaksin cacar air, masih ada beberapa anak yang mengalami cacar air setiap tahunnya.

Penyakit kulit menular : Cacar Air

Kebanyakan kejadian cacar air terjadi pada anak-anak. Virus yang menyebabkan cacar air adalah virus varicella zoster. Gejala Cacar air ditandai dengan ruam gatal di wajah, kulit kepala, atau sekujur tubuh disertai dengan bintik-bintik merah muda. Bintik ini nantinya akan berubah jadi lepuhan kecil atau lenting-lenting seperti berisi air yang bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Cacar air ditularkan dari orang ke orang melalui berbagai cara. Virus ini bisa menyebar melalui sentuhan kulit dengan kulit, ludah atau lendir orang yang terinfeksi, atau melalui butiran udara dari orang yang batuk dan bersin.

3. Cacar api atau cacar ular

Cacar api alias cacar ular pada orang dewasa disebabkan oleh virus bernama varicella-zoster, yaitu virus yang sama pada cacar air pada anak. Orang yang sudah pernah kena cacar air bisa menghidupkan lagi virus ini ketika sistem kekebalan tubuhnya menurun, sedang mengalami stres berat, atau ketika sudah berusia di atas 50 tahun.

Orang yang mengalami cacar api bisa menyebarkan virus ini kepada siapa pun, baik orang yang sudah mengalami cacar air ataupun yang belum. Virus ini dapat menular jika adanya sentuhan kulit dengan lepuhan dari orang yang mengalami cacar api. Risiko penyebarannya akan berkurang jika lepuhan ini ditutup, tidak dibiarkan terbuka. Setelah lepuhannya kering, penyakit ini sudah tidak menular lagi.

4. Kudis

Kudis akan menimbulkan ruam gatal di sela-sela jari-jari, di sekitar pinggang atau pusar, di lutut, atau di bokong. Kudis merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau kecil yang bernama Sarcoptes scabei.

Penyebaran penyait Kudis melalui kontak fisik antar kulit yang sangat dekat. Selain itu, kudis juga dapat menyebar melalui pakaian, handuk, atau sabun yang dipakai bersama-sama.

5. Kurap

Penyakit kulit menular yang satu ini disebabkan oleh jamur. Jamur penyebab kurap dikenal bisa menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit. Anda bisa tertular ketika saling meminjam benda-benda yang terkontaminasi dengan jamur ini. Misalnya aksesoris rambut, pakaian, atau handuk. Jamur ini juga bisa berpindah dari hewan ke manusia, jadi Anda harus waspada terhadap bercak botak yang ada pada hewan peliharaan di rumah.

Selain itu, infeksi yang disebabkan karena jamur ini akan terasa lebih gatal pada saat Anda berkeringat dan lebih rentan terjadi pada lipatan-lipatan tubuh yang lembap. Jika jamur ini menginfeksi kulit kepala, Anda mungkin melihat adanya botak bulat bersisik di kepala dan rambut Anda banyak yang rontok.

6. Kutil

Dilansir dalam laman American Academy of Dermatology Association, kutil adalah pertumbuhan kulit berlebih akibat infeksi virus pada lapisan atas kulit. Virus yang menyebabkan kutil ini dikenal sebagai human papilomavirus (HPV).

Penyakit kulit menular : Kutil

Virus kutil ini sangat menular, bisa menular dari orang ke orang. Virus ini menular dari adanya sentuhan langsung antarkulit yang masih sehat dengan kulit orang yang terinfeksi. Beberapa orang juga ada yang mengalami kutil setelah menyentuh suatu barang yang disentuh orang yang mengalami kutil, seperti habis memegang handuk yang sudah digunakan oleh orang yang mengalami kutil.

Kutil yang disebabkan karena HPV tidak hanya terjadi di kulit tangan atau kaki, tapi juga bisa terjadi di alat kelamin, sehingga termasuk sebagai salah satu penyakit menular seksual.

7. Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang umum terjadi terutama pada anak-anak balita. Infeksi ini bersifat sangat menular. Bakteri penyebab impetigo tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembab. Penyebaran bakteri ini bisa terjadi melalui sentuhan antarkulit dengan seseorang yang mengalaminya. Bakteri ini juga bisa masuk melalui luka, dan gigitan serangga.

Pada awalnya, orang yang mengalami impetigo akan merasa gatal sehingga akan menggaruk dan merusak permukaan kulitnya. Ini akan membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam kulit. Impetigo bisa berbentuk seperti lenting di sekitaran mulut (bula) atau seperti koreng kering (krusta).

Itulah beberapa penyakit kulit menular yang sering melanda masyarakat Indonesia. Jika Anda mengalami kondisi kulit seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah penularan ke orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here